BREBES – Rumah ketua LSM Benteng Merah Putih Kabupaten Brebes, Wowo Sutrisno yang berada di Kelurahan Pasarbatang RT/RW 3/1, Brebes diduga diserang sejumlah orang tak dikenal, dinihari kemarin (12/2).
Meski tidak sempat melakukan perusakan, namun salah satu kerabat Wowo menjadi korban penganiayaan. Dalam insiden tersebut, Ketua RT setempat juga sempat dipukul pelaku. Hingga saat ini belum diketahui pasti motif penyerangan tersebut.
baca di harian pagi Radar Tegal
BUMIAYU – Manajeman Bus Sinar Jaya yang megalami kecelakaan masuk jurang di ruas jalan lingkar wilayah Rancakalong Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu pada Sabtu (4/2) lalu, memastikan jumlah seluruh peumpang saat kejadian berlangsung sebanyak 19 orang.
Suwitno SH selaku pengurus perwakilan wilayah Bumiayu mengatakan, dari jumlah penumpang tersebut 5 orang di antaranya mengalami luka parah dan 10 luka ringan.
Baca di harian pagi Radar Tegal
Diduga Gelapkan Raskin
BREBES – Setelah berhasil mengungkap kasus buta aksara yang kini sudah dimejahijaukan di Semarang, Polres Brebes kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi (tipikor). Kali ini, Sekretaris Desa (Sekdes) Pakijangan Bulakamba Brebes ini, M Rustopo kini ditangkap polisi lantaran dia diduga melakukan penggelapan raskin (beras miskin).
Baca di harian pagi Radar Tegal
KETANGGUNGAN – Puluhan desa di Kecamatan Ketanggungan kembali digenangi luapan air dari sungai Bentiris selama enam jam. Bahkan akibat luapan tersebut, banjir di perkampungan desa mencapai ketinggian 80 Cm.
Dari pantauan Radar, air yang tumpah dari sungai Bentiris berasal dari sungai yang berada di sebelah selatan desa Tanggungsari. Sehubungan sungai tidak bisa menampung debit air tinggi akhirnya tumpah dan membanjiri sawah yang selanjutnya masuk ke pemukiman warga, di antaranya desa Tanggungsari, Dukuhbadag, Karangbandung, Kubangjati dan Karangmalang.
Baca di harian Pagi Radar Tegal
-Puluhan Rumah Rusak, Sejumlah Titik Banjir
BREBES- Angin lisus merusak sebagian bangunan pasar induk Brebes hingga porak poranda. Selain itu, angin besar yang disertai hujan lebat, Kamis (19/1) malam itu juga menerjang sejumlah wilayah pemukiman di Kabupaten Brebes. Namun, tidak ada korban dalam kejadian ini.
Pantauan di lapangan, Jumat (20/1) bagian konstruksi baja pada atap bangunan lantai 2 pasar induk Brebes rusak berat. Kerangka atap dan seng seluas 6×20 meter itu terbang dan menimpa atap sejumlah los di bawahnya sebelah timur bangunan. Beruntung, saat kejadian tidak aktivitas warga di pasar itu.
Baca di harian pagi Radar Tegal
* Tuntut Terdakwa Dihukum Mati
BREBES – Sidang lanjutan terkait kasus pembunuhan pedagang emas keliling dengan terdakwa Syarifudin di Pengadilan Negeri Brebes, Kamis (19/1) berlangsung ricuh. Kerabat dan keluarga berusaha merangsek masuk gedung PN yang berada di Jalan A Yani Brebes itu.
Dari pantauan Radar di lapangan, sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan para saksi dan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa memang sejak awal dimulai, sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, berlangsung tegang. Baca di harian pagi Radar Tegal
BREBES – Menyikapi tuntutan para petani bawang se Kabupaten Brebes, termasuk sejumlah daerah tetangga lainnya diantaranya Tegal, Slawi hingga Cirebon, akhirnya Pemkab Brebes mengambil langkah tegas. Yakni, Pemkab Brebes segera membuat draf aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang impor bawang. Namun, sebelum dibentukannya Perda, dalam waktu dekat ini, Pemkab akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) soal larangan masuknya bawang impor ke sentra bawang khususnya di Brebes. Baca di harian pago Radar Tegal
BREBES – Kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebanyak 8 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP di Kabupaten Brebes akhirnya gagal. Itu setelah acara yang diselenggarakan di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba diwarnai kericuhan dan pengrusakan sejumlah fasilitas arena Musancab oleh kader partai sendiri, Selasa (17/1). Massa juga sempat mencoba mengeroyok salah satu pengurus DPC PDIP Brebes juga anggota DPRD setempat. baca di harian pagi Radar Tegal
BREBES – Ribuan petani bawang Brebes dan gabungan dari Cirebon, Tegal dan Slawi akhirnya melakukan unjuk rasa besar-besaran di depan pasar bawang Klampok Wanasari Brebes, Senin (16/1) kemarin. Petani menuntut agar pemerintah daerah maupun pusat bisa menghentikan masuknya bawang impor. Juga menuntut standarisasi harga bawang. baca di harian pagi Radar Tegal
BREBES – Luar biasa! Kata itu pantas disematkan kepada Dwiyan Pramono, pelajar kelas 9E SMPN 3 Brebes itu berhasil mengalahkan master catur internasional Suhendra dalam eksebisi catur peringatan HUT Kabupaten Brebes ke-334, kemarin. Dia menjadi salah satu dari 9 pecatur lokal yang memenangi pertandingan melawan 18 master secara simultan.
Uniknya, kemampuan dari anak kedua, dari tiga bersaudara pasangan Suparno dan Mulyana ini didapatnya secara otodidak. Bagaimana bisa berlatih serius, untuk membeli papan catur saja Dwiyan belum bisa menggapainya. Baca di Harian Pagi Radar Tegal